Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 16:30 GMT, diikuti oleh ledakan kedua sekitar tiga menit kemudian, AFP melaporkan.
Tujuh ledakan lainnya yang dilaporkan terjadi di pinggiran Tajoura -
lokasi beberapa kamp militer - pada sekitar waktu yang sama.
Insiden ini datang pada saat pesawat milik aliansi militer pimpinan
AS terlihat di langit pusat kota Tripoli sebelumnya di sore hari Selasa
kemarin (29/3).
Tripoli telah menjadi target serangan beberapa kali sejak pasukan
pimpinan Amerika melancarkan serangan udara dan laut di negara Afrika
Utara tersebut.
Pemerintah Libya mengatakan lebih dari seratus warga sipil telah tewas dalam serangan udara negara Barat.
Cina, Rusia, Liga Arab dan serikat Afrika mengutuk serangan pasukan koalisi yang menewaskan warga sipil.
Para ahli mengatakan motif utama di balik serangan sekutu barat lebih karena cadangan minyak besar di negara Afrika Utara itu.