Maulana Fazlur Rahman, pimpinan partai Jamiat Ulama Islam, mengatakan
kepada TV lokal setelah serangan di kota Charsadda bahwa dirinya tidak
terluka, tapi kendaraannya sedikit rusak. Serangan itu terjadi sehari
setelah seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di tengah kerumunan
pendukung Rahman beberap menit setelah ia melewati kerumunan
pendukungnya.
Rahman telah menjadi pendukung vokal dari Taliban Afghanistan, tetapi
beberapa militan di Pakistan telah menunjukkan kemauan mereka untuk
menargetkan siapa pun yang terhubung ke pemerintah yang didukung AS.
Kabel diplomatik AS yang dirilis oleh WikiLeaks tahun lalu juga
mengungkapkan bahwa Rahman diduga mencari dukungan dari para pejabat AS
di Pakistan meski melakukan kritik sengit terhadap Washington di depan
umum.
10 orang tewas dalam serangan hari Kamis ini menyertakan minimal satu
polisi tewas, kata Rahman Gul, seorang pejabat polisi di Charsadda.
Ledakan itu juga melukai sedikitnya 20 orang, katanya menambahkan.
Tayangan televisi lokal menunjukkan sebuah truk polisi rusak akibat
ledakan itu, bagian depannya sebagian robek dan sampingnya hancur
berlubang terkena pecahan peluru. Beberapa toko-toko di dekatnya juga
rusak dan barang-barang yang ada di toko tumpah ke jalan.
Pada hari Rabu sebelumnya, seorang pembom bunuh diri dengan
mengendarai sepeda motor meledakkan dirinya di sebuah pos pemeriksaan
polisi yang dikelilingi oleh pendukung Rahman yang datang untuk
menyambutnya saat ia melakukan perjalanan ke Charsadda untuk melakukan
pertemuan publik. Ledakan itu menewaskan 13 orang.