"Kami sudah surati Sekjen PBB, situasi di Libya dan Timur Tengah harus disikapi bijaksana. Posisi Indonesia sudah jelas kita menentang penggunaan kekerasan, dan meminta agar gencatan snjata segera dilakukan. Sikap kiita menentang itu hanya akan menimbulkan jumlah korban yang besar terhadap warga sipil," kata Marty saat rapat bersama Komisi I DPR, Senin, (28/3).
Menurut Marty, Dewan Keamanan PBB pun harus aktif berada di Libia dan segera memaksa Libia lakukan gencatan senjata, karena jumlah korban warga sipil sudah mencapai angka 6.500 jiwa.
"Kami meminta PBB menggelar keberadaannya di Libia dalam rangka menstabilkan gencatan senjata untuk dipatuhi. Sekjen PBB dukung posisi Indonesia dan menyampaikan pandangan Indonesia, dan PBB akan menindaklanjuti perhatian-perhatian dari Indonesia," ucap Marty.
Tidak hanya itu, Marty juga mengatakan Indonesia telah melakukan kerja sama dengan negara-negara ASEAN yang mendesak, agar PBB segera melakukan gencatan senjata di Libia.
"Indonesia telah menggalang kerja sama dengan negara ASEAN. Negara di ASEAN meminta segera dilakukan gencatan senjata dan segera digulirkan proses dialog politik di Timur Tengah. PBB juga telah membekukan Libia di Dewan Keamanan PBB," ujarnya.