Badie mengatakan undangannya dimaksudkan untuk menjadi sebuah pesan
yang menenangkan bagi Koptik Mesir. Dia menjelaskan bahwa partai baru
bukanlah entitas para pengkhotbah, menambahkan bahwa partai baru Ikhwan
akan mengorganisir kegiatan olahraga dan seni, serta memberikan dukungan
pembentukan peluang ekonomi, institusi rumah sakit dan sekolah.
"Ikhwan menolak anggotanya bergabung dengan partai lain. Hal ini
merupakan seruan komitmen terhadap para anggota Ikhwan," kata Badie di
Beni Suef, selatan Kairo.
Ikhwan mengatakan akan memperkenalkan partai sesegera mungkin setelah
dewan syura jamaah menyetujui perubahan platform pada pertemuan yang
akan diadakan dalam waktu sepuluh hari kedepan.
Sumber di dalam jamaah Ikhwan mengatakan bahwa calon Ikhwan untuk
pemilu parlemen yang akan datang mungkin akan maju dengan kendaraan
politik Partai Kebebasan dan Keadilan.
"Menyetujui perubahan undang-undang tentang partai politik adalah
langkah untuk memperkaya kehidupan politik dan akan memberikan peluang
untuk kompetisi yang sebenarnya," kata Sobhi Saleh, seorang tokoh
terkemuka di Ikhwan dan anggota panel perubahan konstitusi.
Mengomentari klausul yang mencegah pembentukan partai-partai atas
dasar agama, Saleh mengatakan bahwa partai yang Ikhwan dirikan bukan
merupakan partai agama.
"Partai Ikhwan bukan merupakan partai agama. Tidak ada yang salah
dengan itu. Agama tidak dilarang, tetapi diskriminasi agama yang
terlarang, "katanya.