Peran penting CIA di Libya tidak jelas. Pakar Intelijen mengatakan
CIA akan mengirim pejabat untuk melakukan kontak dengan oposisi dan
menilai kekuatan dan kebutuhan pasukan pemberontak dalam memerangi
pemimpin Libya Muammar Gaddafi bersamaan dengan Presiden Barack Obama
memutuskan untuk membantu pemberontak.
Pejabat Amerika dan mantan pejabat intelijen AS, yang berbicara pada
kondisi anonimitas karena kepekaan informasi, mengatakan CIA membantu
merekoveri pesawat jet tempur ASyang jatuh, yang pertama kali diamankan
oleh pemberontak. Pilot pesawat jet tempur AS akhirnya diselamatkan oleh
Marinir.
Pilot hanya menderita luka ringan, militer mengatakan. Para pejabat
menolak mengatakan apa misi F-15 pada pada saat kecelakaan yang terjadi
pada 21 Maret lalu.
The New York Times pertama kali melaporkan CIA telah mengirim beberapa kelompok agen CIA mereka dan operator Inggris memimpin serangan udara.
Sebelumnya Obama mengatakan dalam sebuah pidato malam Senin lalu
bahwa pasukan AS tidak akan digunakan di darat Libya. Namun AS bisa
menggunakan cara lain dalam membantu pemberontak tanpa harus menurunkan
pasukan militer mereka di Libya dengan operasi-operasi rahasia.
Dalam hal ini, CIA yang akan memimpin operasi AS di Libya, seperti
yang telah dilakukan di masa lalu seperti di Afghanistan setelah
serangan 11 September dan menjelang invasi Irak pada tahun 2003. Dalam
program-program tindakan rahasia pada masa lalu, petugas CIA bersama
dengan pasukan operasi khusus dikirim memberikan senjata kepada pasukan
oposisi untuk membantu memerangi Taliban di Afghanistan dan Saddam
Hussein di Irak.
Gedung Putih mengatakan Rabu kemarin bahwa mereka menilai akan ada pilihan untuk "semua jenis bantuan" kepada para pemberontak.