Kepala Desa Wonokitri, Aidarmiwati, yang ditemui Rabu (24/11) mengatakan, warga sudah mengetahui kondisi Gunung Bromo yang aktivitasnya terus meningkat. Namun, para warga di kawasan Taman Nasional BromoTengger Semeru (TNBTS) masih menganggap kondisinya cukup aman.
Status Gunung Bromo terakhir yang sejak Selasa pagi meningkat menjadi siaga, dan awas pada sore harinya juga sudah diktahui. Penjelasan Camat Tosari tentang status gunung tersebut juga telah disampaikan ke warga lewat perangkat desa.
Aidarmiweati menjelaskan, kondisi pemukiman warga di Desa Wonokitri yang merupakan desa terdekat dengan Gunung Bromo betjartak sekitar 14 kilometer dari puncak Bromo.
Desa terdekat lainnya adalah Ngadisari dan Cemorolawang di Probolinggo. Namun desa-desa tersebut posisinya terlindungi dinding kaldera, dan bukit-bukit. Sementara kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap berada di bawah di tengah lautan pasir sehingga asap yang terbawa angin tidak sampai ke pemukiman penduduk. Arah angin saat ini ke arah barat yang juga tidak ada permukiman penduduk.Status Gunung Bromo terakhir yang sejak Selasa pagi meningkat menjadi siaga, dan awas pada sore harinya juga sudah diktahui. Penjelasan Camat Tosari tentang status gunung tersebut juga telah disampaikan ke warga lewat perangkat desa.
Aidarmiweati menjelaskan, kondisi pemukiman warga di Desa Wonokitri yang merupakan desa terdekat dengan Gunung Bromo betjartak sekitar 14 kilometer dari puncak Bromo.
Sebaliknya, dampak peningkatan aktivitas Gunung Bromo sangat dirasakan para penjual jasa angkutan wisata jip. Kunjungan wisatawan yang ke Bromo lewat Tosari turun drastis.
Landra, pemilik jip wisata di Wonokitri menyebutkan, kunjungan wisata ke Gunung Bromo sejak sebulan setelah aktivitasGunung Bromo meningkat, jumlah pengunjungnya turun drastis. Ia menyebutkan, jika sebelumnya setiap pemilik jip sedikitnya bisa mengantar wisatawan dua kali setiap minggunya, kini turun drastis hanya dua kli mngantar dalam sebulan terakhir ini.