Anggota parlemen Italia dan asosiasi keagamaan di Roma Rabu kemarin (26/1) melakukan aksi demo melawan hukum penghujatan Pakistan, menyerukan pembebasan seorang wanita Kristen yang akan dihukum mati di bawah hukum tersebut.Asia Bibi, 45 tahun, seorang Kristen ibu-dari-lima anak, dijatuhi hukuman mati pada bulan November setelah buruh wanita Muslim yang bekerja dengan dia di ladang mengeluh ia membuat pernyataan menghina tentang Nabi Muhammad.
Asosiasi Katolik dan Yahudi bergabung dengan kelompok hak asasi manusia Amnesty International dan perwakilan masyarakat Pakistan di Italia dalam sebuah demonstrasi di depan parlemen Italia.
"Kami ingin undang-undang ini harus dihapuskan," Joseph Philip kelahiran Pakistan mengatakan kepada AFP, menjelaskan bahwa pamannya, seorang Uskup Katolik, telah dibunuh karena kepercayaan agamanya. Ia mengatakan ia datang untuk berunjuk rasa bersama dengan 15 rekannya.
Umberto Bossi, ketua mitra anti-imigran dan populis Partai Liga Utara dan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dalam koalisi kanan-tengah, menghadiri protes Rabu kemarin.
"Kami ingin mengungkapkan solidaritas kami," katanya kepada wartawan.
Sebuah delegasi dari demonstran juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Franco Frattini.
Kamis pekan lalu parlemen Eropa mendesak Presiden Pakistan Asif Ali Zardari untuk mengampuni dan melepaskan Bibi dari hukuman negara.
Parlemen Eropa juga menyerukan kepada pemerintah Pakistan merevisi UU penghujatan dan aplikasinya.
Permintaan mereka menyusul insiden 4 Januari pembunuhan Gubernur Punjab Salman Taseer, yang ditembak mati oleh seorang komando polisi setelah menyerukan reformasi hukum penghujatan yang digunakan untuk hukuman mati Bibi.