Anak pemimpin Libya tersebut menyatakan akan mengadopsi konstitusi
baru di negara ini, yang membatasi peran ayahnya, Kolonel Muammar
Gaddafi.
Saif al-islam juga menegaskan adanya keberadaan unsur al-Qaidah di
antara para pemberontak, terutama di kota Misrata dan kota-kota lain
yang dikendalikan oleh pimpinan pemberontak.
Saif al-Islam Gaddafi berkata: "Apa yang terjadi di Misrata mirip
dengan apa yang terjadi di di kamp Nahr Libanon, namun pasukan Gaddafi
memerangi teroris tidak membunuh warga sipil," katanya menegaskan.
Gaddafi sebelumnya telah mengklaim bahwa adanya keterlibatan
al-Qaidah dalam konflik di Libya, dan menyatakan bahwa salah satu
pemimpin gerakan Islam dalam perjalanan ke kota Misrata akan bergabung
dengan sekelompok pejuang.
Abdel-Hakim Alhsadi seorang mantan pejuang Islam di Afghanistan, saat
ini dilaporkan bekerja untuk merekrut, melatih dan menyebarkan 500
pejuang untuk menggulingkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi di mana
mereka terinspirasi oleh pemberontakan rakyat di Mesir dan Tunisia.