Grafiti-grafiti itu antara lain bertuliskan "Islam=Murder" dan "British for the British", yang membuat warga Birkenhead berang.
"Tindakan ini benar-benar merusak, bagaimana bisa orang-orang fanatik
datang ke kota ini, dan mereka pikir bisa lolos dari perbuatan ini?"
kata seorang warga mengungkapkan kemarahannya.
"Orang-orang itu tidak tahu banyak wilayah ini, saya orang Eropa
kulit putih seperti kebanyakan tetangga-tetangga saya di sini. Tentu,
ada kelompok etnis minoritas juga yang tinggal di sini, tapi mengapa
mereka harus melakukan tindakan seperti ini ..."
"Saya benar-benar berharap pelakunya ditangkap dan dikenakan sanksi," kata warga yang tidak mau disebut jati dirinya itu.
Kepolisian Birkenhead mengatakan, sudah menangkap dua lelaki berusia
17 dan 20 tahun yang diduga sebagai pelaku vandalisme, tapi keduanya
dibebaskan dengan jaminan.
Polisi juga menunda penyelidikan dengan alasan menunggu hasil
pemeriksaan forensik. Juru bicara kepolisian menegaskan, pihaknya tidak
menoleransi semua bentuk tindakan rasial dan menghimbau warga untuk
segera memberikan informasi pada polisi jika kejadian seperti di
Birkenhead terulang lagi.