Pasukan
keamanan Suriah melepaskan tembakan pada dini hari Selasa (19/4) ke
arah ribuan demonstran di kota Homs yang melakukan aksi menuntut
pengusiran presiden Bashar Al-Assad, yang menyebabkan terjadinya
"pembantaian", menurut saksi mata.
Seorang saksi mata dari Homs, Abu Issam kepada Al Jazeera Net
mengatakan: "Para demonstran yang berada di alun-alun kota Homs mendapat
serangan tembakan dari aparat keamanan Assad."
Sedangkan aktivis hak asasi manusia Omar Edilbi kepada Al Jazeera
menyatakan bahwa tembakan di arahkan kepada para demonstran, sembari
mengatakan bahwa ada "pembantaian" di alun-alun Homs.
Dia juga mengatakan, sebelumnya pasukan keamanan lewat pengeras suara
meminta demonstran yang berada di alun-alun untuk membubarkan diri,
namun tidak beberapa lama tembakan terdengar ke arah demonstran.
Kota Homs, pada hari Senin kemarin berduka atas tewasnya demonstran
yang ditembak selama aksi protes anti rezim, setidaknya enam peti mati
diarak dalam sebuah prosesi pemakaman besar-besaran di kota Homs yang
terletak 100 mil (160 kilometer) utara kota Damaskus.
Di sisi lain kementerian Dalam Negeri mengidentifikasi "kelompok
Salafi bersenjata", sebagai pembuat kerusuhan di Suriah. Menurut
kementerian dalam negeri, kelompok Salafi sedang berusaha untuk
mendirikan "keamiran" dan menyalahgunakan kebebasan dan reformasi yang
sedang diluncurkan oleh Presiden Bashar Assad."