TELUKKUANTAN – Tegang dan mencekam. Begitulah situasi Kecamatan Kuantan Tengah,
Telukkuantan Kabupaten Kuantan Singingi, kemarin (11/4). Rapat pleno
rekapitulasi perolehan suara di Pemilukada Kuansing, diwarnai kerusuhan.
Situasi
mencekam terjadi sejak pukul 11.30 WIB. Sembilanratusan warga yang berkumpul di
luar Kantor KPU marah dan melempari tempat berlangsungnya Pleno Perhitungan
Suara KPU.
Saat
dibubarkan paksa dengan peluru karet dan gas air mata oleh petugas kepolisian,
warga malah meluapkan kemarahan dengan membakar dua pos retribusi Dishub di
terminal Telukkuantan serta merusak satu pos lainnya, me-molotov rumah Ketua
KPUD.
Di
bagian lain, partai laga PSPS di Stadion Sport Center juga dibatalkan menyusul
tak keluarnya izin pertandingan dari Polres Kuansing. Ini karena personel Polres terpusat mengamankan
kerusuhan dan rapat pleno.
Sebelum
kerusuhan meletus, rapat pleno KPU dibuka Ketua KPU Kuansing, Firdaus Oemar SH,
bersama empat anggota KPU Kuansing lainnya, yakni Dedi Erianto SSos, Drs H
Syahrudin, Ir H Afriyon Munaf MT, Hanum Masnah, dimulai sekitar pukul 09.35
WIB.
Turut
hadir Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini SH, Ketua DPRD Kuansing Muslim
SSos, Ketua Panwaslukada Kuansing Ahdanan Saleh SAg MPd bersama anggota serta
ketua dan anggota PPK dari 12 kecamatan serta saksi pasangan calon urut satu
Sukarmis-Zulkifli (Su-Zuki) Masdar. Sementara pasangan calon urut 2, Mursini-Gumpita tak mengirim utusan
saksinya.
Suasana
panas mulai terjadi di luar kantor KPU yang ada persis di pinggir pagar
Lapangan Limuno Telukkuantan. Puluhan massa mulai berdatangan untuk mendengar
berlangsungnya pelaksanaan rapat pleno KPU.
Mereka
dijaga ketat pasukan Polres Kuansing dan Brimob Polda Riau dengan senjata laras
panjang, tameng anti huru hara, serta mobil water canon. Massa, hanya berdiri
di dalam pagar Lapangan Limuno. Di pintu pagar yang berhadapan langsung dengan
rumah dinas jabatan bupati dan kantor KPU Kuansing, diberi pagar jeruji kawat.
Sekitar
satu jam setengah kemudian, sekitar pukul 11.25 WIB, massa yang datang entah
dari mana, lama-kelamaan makin banyak berkumpul. Massa meneriaki KPU yang
tengah melaksanakan rapat pleno.
Suasana
antara massa yang terus berdatangan makin panas. Mereka berbatah-bantah dengan
aparat kepolisian yang bertugas mengamankan.
Riau
Pos yang ada dalam aula kantor KPU yang tengah melaksanakan rapat pleno, tak
lama kemudian, melihat lemparan batu besar dan kecil bahkan ada yang sebesar
kepalan tangan orang dewasa dilayangkan ke kantor KPU Kuansing. Lemparan batu
itu mengenai dinding dan atap kantor KPU yang terdengar berdentum-dentam.
Kondisi
ini membuat suasana rapat pleno di dalam gedung berlangsung tegang. Kapolres
Kuansing dan anggota Brimob tetap minta pleno terus dilaksanakan. Kapolres pun
tak lama kemudian keluar ruang melihat situasi.
Tak
lama setelah itu, terdengar suara dentuman senjata gas air mata dan tembakan ke
kerumunan massa yang mulai panas.
Massa
pun kocar-kacir berhamburan menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, dari luar
halaman kantor KPU terlihat kepulan asap. yang berasal dari tiga pos Dishub
Kuansing di terminal Telukkuantan yang dibakar massa sambil meninggalkan
lokasi.
Massa
langsung berpencar meninggalkan lokasi terminal. Tapi dari informasi pihak
kepolisian, rumah Ketua KPU Kuansing Firdaus Oemar SH dimolotov. Untungnya aparat kepolisian Polres dan
Brimob Polda Riau cepat mengantisipasi. Sehingga rumah di ruas jalan simpang
empat PLN itu tak sempat hangus terbakar seluruhnya.
Dari
pengamatan Riau Pos, api sempat memakan pintu depan rumah Ketua KPU. Saat Riau
Pos masih di rumah Ketua KPU, sebuah rumah ibadah di kawasan Jao persis di
belakang kantor PT Telkom Telukkuantan, Kelurahan Simpang Tiga dibakar massa
yang sudah emosi. Selain itu terlihat juga pengunjuk rasa merusak rumah Sekretaris
Tim Sukarmis dan Zulkifli, Masdar sekitar pukul 16.00 WIB.
Selanjutnya,
dari penelusuran Riau Pos dari Telukkuantan menuju ke arah hilir, suasana
terlihat aman, seperti di Sentajo, Benai dan Pangean hingga Cerenti.
Hingga
pukul 21.30 WIB, polisi masih menjaga ketat kantor KPU dan rumah Ketua KPU.
Ruas jalan menuju kantor KPU masih terpasang portal jalan dan pagar kawat
berduri. Suasana masih terlihat mencekam. Ruko-Ruko dan mini market yang
biasanya buka, malam tadi tutup seluruhnya.
Kepala
Polisi Resort Kuansing AKBP Ristiawan Bulkhaini menyesalkan aksi warga yang
anarkis sehingga berakibat terhadap kerusakan sejumlah bangunan.
‘’Sungguh
ini tindakan yang merusak hubungan bermasyarakat,’’ ujar Ristiawan. Terkait
sejumlah aksi anarkis, pihaknya mengamankan sejumlah pelaku pengunjuk rasa yang
diduga terlibat aksi ini. ‘’Bagi yang sudah menjalar ke ranah hukum, tentunya
akan kita tindak lanjuti,’’ katanya.
Polres
Pakai Peluru Karet
Ristiawan menepis adanya korban dari tembakan yang dilakukan aparat kepolisian mengusir kerumunan massa. ‘’Tidak ada korban, karena kita hanya menggunakan peluru karet,’’ bebernya.
Ristiawan menepis adanya korban dari tembakan yang dilakukan aparat kepolisian mengusir kerumunan massa. ‘’Tidak ada korban, karena kita hanya menggunakan peluru karet,’’ bebernya.
Dalam
membubarkan massa, polisi menggunakan gas air mata dan menembakkan peluru karet
untuk mengusir massa agar tak berbuat anarkis lebih jauh dalam rapat pleno KPU.
Bahkan,
dalam aksi itu, beberapa anggota kepolisian cedera terkena lemparan batu dari
massa. Sementara, menurut saksi mata, setidaknya dua warga terluka terkena
peluru karet dan empat sempat digiring pihak kepolisian. Ristiawan menegaskan, polisi menjaga ketat kantor
KPU dan rumah Ketua KPU.
Datangkan
Dua SSK Brimob Polda Sumbar
Untuk mengamankan kerusuhan, Polres Kuansing dibantu 1 SSK dari Satuan Brimobda Riau. Sebanyak 1 SSK sudah tiba di Kuansing disusul dari Dit Sabhara 60 personel dan Polres Inhu 50 personel. Bahkan malam tadi, bantuan dua SSK personel Sat Brimobda Polda Sumbar juga tiba di Kuansing untuk membantu Polda Riau.
Untuk mengamankan kerusuhan, Polres Kuansing dibantu 1 SSK dari Satuan Brimobda Riau. Sebanyak 1 SSK sudah tiba di Kuansing disusul dari Dit Sabhara 60 personel dan Polres Inhu 50 personel. Bahkan malam tadi, bantuan dua SSK personel Sat Brimobda Polda Sumbar juga tiba di Kuansing untuk membantu Polda Riau.
Dua
satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Polda Sumatera Barat ikut mengamankan.
Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein yang turun langsung ke Kuansing bahkan
mengatakan polisi minta bantuan pendukung pasangan partai ikut mengamankan
situasi dan bukan menambah kerusuhan.
‘’Saat
ini situasi sudah terkendali. Anggota yang terluka 1 orang kena batu saat massa
melempar kantor KPUD. Bantuan personel Satuan Brimobda Riau 1 SSK sudah tiba di
Kuansing disusul Dit Sabhara 60 personel dan Polres Inhu 50 personel. Bantuan
personel dari Sat Brimobda Sumbar 2 SSK malam ini juga tiba di Kuansing untuk
membantu Polda Riau,’’ ujar Kapolda.
Semua
Pihak Cooling Down
Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyesalkan terjadinya tindakan anarkis sekelompok massa terkait Pemilukada di Kuansing.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyesalkan terjadinya tindakan anarkis sekelompok massa terkait Pemilukada di Kuansing.
‘’Diharapkan
semua pihak dapat menahan diri, terkait terjadinya pembakaran rumah ibadah,
tindakan itu dilakukan bukan dipicu isu SARA tetapi terkait Pemilukada.
Kerukunan hidup beragama di Riau khususnya Kuansing sangat harmonis, selama ini
tidak pernah terjadi gesekan antar kelompok agama,’’ ujar Gubri seperti yang
disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau Chairul Riski.
Kerusuhan
juga amat disayangkan tokoh masyarakat Riau asal Kuansing, Abbas Jamil. Menurut
dia, seharusnya hal itu tak perlu terjadi karena menimbulkan kerugian
masyarakat.
‘’Saya
mengimbau semua pihak cooling down dan menahan diri untuk tidak melakukan
tindakan anarkis,’’ kata Abbas.
Kata
Abbas, atas kejadian di Kuansing ini, tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru
yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS), Selasa (12/4) ini
akan rapat membahas kejadian itu di gedung FKPMR di Pekanbaru. Dari rapat ini
akan dihasilkan solusi yang disampaikan pada yang bersangkutan untuk bisa
mencari solusi terbaik demi kemajuan Kuansing.
‘’Semua
persoalan itu dapat diselesaikan dengan kekeluargaan dan musyawarah. Jika masih
kurang berkenan bisa menempuh jalur hukum,’’ ujarnya.
Hasil
Pleno Su-Zuki Unggul
Di bagian lain, rapat pleno terus berlangsung. Berdasar rapat pleno perhitungan perolehan suara Pemilukada Kuansing kemarin mengesahkan dan menetapkan perolehan suara di 11 kecamatan. Pasangan H Sukarmis-H Zulkifli (Su-Zuki) menang di 7 kecamatan.
Di bagian lain, rapat pleno terus berlangsung. Berdasar rapat pleno perhitungan perolehan suara Pemilukada Kuansing kemarin mengesahkan dan menetapkan perolehan suara di 11 kecamatan. Pasangan H Sukarmis-H Zulkifli (Su-Zuki) menang di 7 kecamatan.
Yakni
Cerenti, Logas Tanah Darat, Benai, Kuantan Tengah, Hulu Kuantan, Singingi dan
Singingi Hilir dengan total perolehan suara 75.084. Pasangan H Mursini dan
Gumpita (MdG) menang di 4 kecamatan. Yakni Gunung Toar, Inuman, Pangean, dan
Kuantan Hilir dengan total perolehan 60.557 suara.
Hasil
pleno, Su-zuki di Hulu Kuantan 2.426, Kuantan Tengah 14.463, Benai 9.746, Logas
Tanah Darat 7.477, Cerenti 4.075, Singingi 10.099 dan Singingi Hilir 10.942.
Perolehan suara Mursini-Gumpita di kecamatan di atas, berturut-turut adalah,
1.989, 13.509, 9.136, 2.530, 3.257, 3.517 dan 4.111.
Mursini-Gumpita
menang di empat kecamatan yakni Gunung Toar, Pangean, Kuantan Hilir dan Inuman
dengan perolehan suara, berturut-turut, 6.212, 5.111, 7.465 dan 3.720. Sedang
Su-Zuki meraih 1.412, 4.534, 6.749 dan 3.161.
Khusus
Kecamatan Kuantan Mudik, menunggu hasil pemungutan suara ulang di Desa Pantai
dan setelah itu baru bisa dilaksanakan pleno rekapitulasi perolehaan suara calon
untuk Kecamatan Kuantan Mudik.
Ketua
KPUD Kuansing Firdaus Oemar SH mengatakan, rapat pleno ini hanya untuk 11
kecamatan dan segera menyusul pleno untuk Kecamatan Kuantan Mudik, setelah itu
baru kita usulkan pemenang Pemilukada Kuansing 2011.
Mengingat
sesuai aturan, paling lambat tiga hari setelah pencoblosan, pihak KPUD harus
pleno.
‘’Kami
melaksanakan sesuai aturan dan tahapan Pemilukada dan kami di KPU merasa sudah
bekerja sesuai aturan. Kalau
merasa kurang senang atau ada komplain, sampaikan ke MK. Kita belum menetapkan,
siapa pemenang Pemilukada Kuansing, tapi yang pleno di 11 kecamatan sudah kita
lakukan, tinggal Kuantan Mudik lagi,’’ kata Firdaus. Terkait pelanggaran
Pemilukada, tentu ada yang diurus KPU dan Panwas.
Terkait
hasil pleno KPU, Sekretaris Tim Sukarmis-Zulkifli Masdar mengaku senang.
‘’Alhamdulillah, kami puas dengan hasil ini, semoga kita dapat memahami ini dan
tak boleh saling memanas-manasi karena kita bersaudara,’’ ujarnya.
Sekretaris
Tim Mursini-Gumpita, H Chaidir Arifin belum bisa menerima hasil rapat pleno
karena masih ada 1 kecamatan lagi yang belum. ‘’Seharusnya KPUD pleno bila
seluruh kecamatan sudah selesai pleno,’’ katanya. Pihaknya akan membuat laporan
tuntutan ke MK terkait sejumlah pelanggaran.
Panitia Pengawas Pemilukada Kuansing H Ahdanan
Saleh SAg MPd mengatakan, pleno KPUD bisa dilanjutkan, tapi terkait sejumlah
pelanggaran yang dilakukan masing-masing calon bisa ditindaklanjuti setelah
ini.
Rencana pemungutan suara ulang di Desa Pantai,
Kecamatan Kuantan Mudik, Selasa (12/4) hari ini terpaksa ditunda, karena alasan
keamanan yang sangat memungkinkan terjadinya tindakan anarkis. Kepastian ini
disampaikan Ketua KPUD Firdaus Oemar SH.
Gugatan ke MK
Tim Pemenangan Mursini MSi-Gumpita menolak hasil rapat pleno dan akan melanjutkan proses hukum dan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Sekretaris Tim Pemenangan pasangan H Mursini-Gumpita, Drs H Chaidir Arifin didampingi Drs H Suhardiman Amby Datuk Panglimo Dalam serta beberapa anggota tim lainnya, pihaknya memang tak mengutus saksi dalam pleno. Ini menurutnya sebagai bentuk penolakan dari tim Mursini-Gumpita terhadap pelaksanaan rapat pleno itu sendiri. Seharusnya, menurut Chaidir, KPU Kuansing menuntaskan lebih dulu rapat pleno di kecamatan.
Tim Pemenangan Mursini MSi-Gumpita menolak hasil rapat pleno dan akan melanjutkan proses hukum dan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Sekretaris Tim Pemenangan pasangan H Mursini-Gumpita, Drs H Chaidir Arifin didampingi Drs H Suhardiman Amby Datuk Panglimo Dalam serta beberapa anggota tim lainnya, pihaknya memang tak mengutus saksi dalam pleno. Ini menurutnya sebagai bentuk penolakan dari tim Mursini-Gumpita terhadap pelaksanaan rapat pleno itu sendiri. Seharusnya, menurut Chaidir, KPU Kuansing menuntaskan lebih dulu rapat pleno di kecamatan.
Suhardiman Amby menyebutkan, kini pihaknya tengah
mengumpulkan bukti-bukti yang banyak ditemukan dalam pelaksanaan Pemilukada
Kuansing, untuk dilaporkan ke MK. ‘’Kita segera melayangkan gugatan ke MK,’’
bebernya.
Chaidir Arifin maupun Suhardiman Amby meluruskan
adanya tudingan yang menyebutkan kalau massa
tersebut adalah pasangan mereka. ‘’Itu
aksi gerakan moral masyarakat dan bukan kita,’’ tegasnya.(tim)