Pastur Pembakar Al-Qur'an Lupa Hari Raya Kristen?

Written By Juhernaidi on Senin, 18 April 2011 | 8:20:00 AM

Pastur kontroversial yang memimpin pembakaran Al-Qur'an, Terry Jones, nampak berfoto bersama dengan bukunya yang berjudul Islam is of The Devil. (Foto: Zuma Press)
DEARBORN  – Pastur Terry Jones mengkhotbahkan Injil untuk mencari nafkah, tapi hari raya paling suci kedua dalam agama Kristen lolos dari pikirannya. Provokator pembakaran Al-Qur'an yang dijadwalkan akan melakukan aksi protes di Dearborn minggu depan ini mengatakan dirinya tidak menyadari sebelum berjanji datang ke kota itu bahwa aksi protes diadakan pada hari Jumat Agung.
"Ini mungkin sulit untuk dipercaya," ujar Jones, "Tapi sejujurnya aku tidak sadar bahwa itu adalah Jumat Agung atau bahwa hari Minggu adalah hari Paskah."
Jones mengatakan masih berencana untuk datang dan bahwa dia akan ditemani oleh lima koleganya untuk aksi tersebut, yang untuk sementara direncanakan mengambil tempat di luar Islamic Center of America. Lokasi itu, ujarnya, dipilih karena melambangkan salah satu Masjid terbesar di Amerika Utara.
Protes itu awalnya diorganisir oleh kelompok milisi Port Huton yang terkenal dengan nama "Order of the Dragon," tapi telah berubah menjadi pertunjukan Terry Jones sejak dia mengumumkan niatnya untuk bergabung.
Ditanya apakah menurutnya komunitas Muslim Dearborn adalah jihadis atau ingin melembagakan Syariah, Jones mengatakan dia tidak yakin.
"Aku tidak tahu tentang Muslim Dearborn karena itu aku tidak bisa bilang," ujar Jones, yang mengaku tidak pernah membaca Al-Qur'an. "Tapi jika kau lihat apa yang terjadi di negara-negara yang didominasi Muslim di Eropa, itu tidak akan mengejutkanku."
Jones mengatakan dalam sebuah pernyataan pers tentang protes itu bahwa dia tidak punya masalah dengan kaum Muslim atau Islam, melainkan interpretasi ekstrimis yang dimiliki oleh kelompok teroris. Namun, dia tidak sependapat dengan Syariah, mengatakan bahwa hukum itu mendiskriminasi kaum wanita.
Jones tahu bahwa kedatangannya ke Dearborn banyak ditentang. Para pemimpin lintas agama di seluruh Detroit mengkritik rencananya dan setidaknya enam kelomopk telah secara resmi meminta ijin untuk demonstrasi tandingan, ujar kepala polisi Ronald Haddad.
"Kami tahu bahwa mungkin ada lebih banyak orang yang menentang kami daripada mendukung kami di sana," ujar Jones, yang tidak yakin berapa banyak orang yang akan bergabung dengannya selain dari kelompok yang datang bersamanya.
Yang juga masih belum jelas adalah apakah aksi protes itu akan mendapatkan ijin yang diperlukan. Haddad, yang bertanggung jawab untuk menentukan apakah sebuah ijin demonstrasi diberikan atau tidak, sebelumnya mengatakan berharap akan mengambil keputusan pada hari Jumat. Tapi karena adanya sejumlah permintaan ijin protes tandingan dan perkembangan baru lainnya terkait kegiatan tersebut, Haddad mengatakan dirinya sekarang berharap dapat mengambil keputusan awal minggu depan.
"Ada beberapa perkembangan baru yang perlu kami pertimbangkan," ujar Haddad. "Kekhawatiran utamaku sekarang adalah keamanan dan memastikan bahwa setiap orang aman."

Simulasi Jangka Sorong