"Ini mungkin sulit untuk dipercaya," ujar Jones, "Tapi sejujurnya aku
tidak sadar bahwa itu adalah Jumat Agung atau bahwa hari Minggu adalah
hari Paskah."
Jones mengatakan masih berencana untuk datang dan bahwa dia akan
ditemani oleh lima koleganya untuk aksi tersebut, yang untuk sementara
direncanakan mengambil tempat di luar Islamic Center of America. Lokasi
itu, ujarnya, dipilih karena melambangkan salah satu Masjid terbesar di
Amerika Utara.
Protes itu awalnya diorganisir oleh kelompok milisi Port Huton yang
terkenal dengan nama "Order of the Dragon," tapi telah berubah menjadi
pertunjukan Terry Jones sejak dia mengumumkan niatnya untuk bergabung.
Ditanya apakah menurutnya komunitas Muslim Dearborn adalah jihadis
atau ingin melembagakan Syariah, Jones mengatakan dia tidak yakin.
"Aku tidak tahu tentang Muslim Dearborn karena itu aku tidak bisa
bilang," ujar Jones, yang mengaku tidak pernah membaca Al-Qur'an. "Tapi
jika kau lihat apa yang terjadi di negara-negara yang didominasi Muslim
di Eropa, itu tidak akan mengejutkanku."
Jones mengatakan dalam sebuah pernyataan pers tentang protes itu
bahwa dia tidak punya masalah dengan kaum Muslim atau Islam, melainkan
interpretasi ekstrimis yang dimiliki oleh kelompok teroris. Namun, dia
tidak sependapat dengan Syariah, mengatakan bahwa hukum itu
mendiskriminasi kaum wanita.
Jones tahu bahwa kedatangannya ke Dearborn
banyak ditentang. Para pemimpin lintas agama di seluruh Detroit
mengkritik rencananya dan setidaknya enam kelomopk telah secara resmi
meminta ijin untuk demonstrasi tandingan, ujar kepala polisi Ronald
Haddad.
"Kami tahu bahwa mungkin ada lebih banyak orang yang menentang kami
daripada mendukung kami di sana," ujar Jones, yang tidak yakin berapa
banyak orang yang akan bergabung dengannya selain dari kelompok yang
datang bersamanya.
Yang juga masih belum jelas adalah apakah aksi protes itu akan
mendapatkan ijin yang diperlukan. Haddad, yang bertanggung jawab untuk
menentukan apakah sebuah ijin demonstrasi diberikan atau tidak,
sebelumnya mengatakan berharap akan mengambil keputusan pada hari Jumat.
Tapi karena adanya sejumlah permintaan ijin protes tandingan dan
perkembangan baru lainnya terkait kegiatan tersebut, Haddad mengatakan
dirinya sekarang berharap dapat mengambil keputusan awal minggu depan.
"Ada beberapa perkembangan baru yang perlu kami pertimbangkan," ujar
Haddad. "Kekhawatiran utamaku sekarang adalah keamanan dan memastikan
bahwa setiap orang aman."