Uji coba ini merupakan yang pertama
dilakukan di tengah laut dan menggunakan senjata yang menjadi tonggak
bersejarah bagi angkatan laut negeri itu.
“Kami berhasil
menciptakan efek menghancurkan pada target yang bergerak dengan
kecepatan tinggi,” kata Nevin Carr, Chief of Naval Research, seperti
diberitakan Foxnews.
Uji coba itu dilakukan di lepas pantai
California, menggunakan senjata laser yang dipasang di geladak kapal uji
coba pertahanan angkatan laut, USS Paul Foster. Laser ditembakkan dari
jarak jauh ke sebuah perahu motor kecil dan menimbulkan api yang
kemudian berkobar. Namun sejumlah detail seperti kepastian jarak tembak,
dirahasiakan.
“Kami menembakkan laser dalam hitungan mil, bukan sekadar yard,” ucap Carr.
Sebagai informasi, angkatan laut, angkatan darat dan angkatan
bersenjata lainnya telah bekerjasama untuk membuat sebuah senjata laser
yang disebut ‘directed energy’ dalam bentuk sejumlah jajaran senjata
baru.
Senjata-senjata itu terdiri dari meriam yang dipasang di
tank sampai ke senapan yang dipasang di pesawat atau balon tak berawak.
Uji
coba yang dilakukan tersebut merupakan uji coba pertama senjata laser
ditembakkan di laut dan bukti bahwa senapan laser bukanlah sekadar mimpi
belaka.
“Ini merupakan kali pertama sebuah sinar laser di
level daya tinggi dipasang di kapal perang, dan menggunakan daya dari
kapal itu untuk mengalahkan target dalam jarak tertentu di lingkungan
kelautan,” kata Peter Morrison, Program Officer for the Office of Naval
Research.
“Angkatan laut saat ini bergerak cepat ke arah directed energy,” ucapnya.