Kalau mau dilihat lebih dekat, apa
yang terjadi di Emirates Stadium adalah sebuah laga yang bisa disebut
dramatis. Arsenal yang terus menekan sepanjang laga akhirnya mendapatkan
penalti pada menit 97 injury time. Robin van Persie berhasil
mengkonversi penalti itu menjadi gol sekaligus membuat The
Gunners tampak akan memenangi laga ini.
Tapi siapa sangka wasit
tak kunjung meniup peluit juga. Yang ada, injury time melebar sampai
sepuluh menit dan akhirnya Liverpool mendapatkan penalti juga!
Arsene Wenger keluar dari bangkunya dan mengajukan protes dari tepi lapangan. Namun semua tahu, keputusan wasit adalah mutlak.
Dirk Kuyt maju menjadi algojonya. Sepakannya mengarah deras ke
sebelah kiri Wojciech Szczesny. Gol! Pendukung Liverpool bersorak, skor
berubah menjadi 1-1. dan barulah sang wasit meniupkan peluit panjang.
Wenger
jelas kecewa. Tapi Dalglish sangat berhak untuk puas. Ia memainkan John
Flanagan dan Jay Spearing sejak awal plus memasukkan Jack Robinson pada
menit 21. Dengan komposisi skuad yang ditambal beberapa pemain muda,
'Si Merah' masih mampu bertahan dengan baik.
Liverpool juga
kehilangan Jamie Carragher di menit 62 lantaran sang wakil kapten
cedera. Tapi gawang mereka tetap tak bisa ditembus Arsenal, hingga
akhirnya penalti itu datang. Kejadian-kejadian seperti itulah yang
membuat Dalglish puas mendapatkan satu angka di London.
"Apa yang
tim saya dapat adalah gambaran dari apa yang mereka lakukan sepanjang
hari. Anda kehilangan dua pemain karena cedera, punya dua anak muda yang
bermain sebagai full-back, Jonjo Shelvey juga baru bisa bermain lagi,
kehilangan seorang penyerang tengah, semuanya seperti melawan kami,"
ujarnya diberitakan BBC.
"Namun, mereka masih memiliki komitmen untuk mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini," lanjut Dalglish.
"Ini
fantastis. Mungkin Anda bisa bermain lebih baik, tapi Anda tak akan
menemukan tim yang lebih berkomitmen dari tim yang bermain hari ini."