Teror bom di sejumlah daerah membuat
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya meningkatkan
pengamanan Paskah. Mereka menurunkan ribuan personel dan menjaga
berbagai gereja yang ada di kota itu. “Kami ingin memastikan keamanan
masyarakat,” kata Plh Kasubag Humas Polrestabes Surabaya AKP Suparti.
Dari
sekitar 414 gereja yang ada di Surabaya, sebanyak 398 gereja menggelar
perayaan Paskah. Oleh karena itu, sekitar 2.000 polisi telah diterjunkan
sejak Kamis, 21 April 2011 kemarin, untuk melakukan penjagaan. “Tiap
gereja dijaga oleh 2 personel. Untuk gereja besar, (personel yang
menjaga) lebih banyak, disesuaikan dengan kebutuhan, bisa sampai 15
personel yang dibagi dalam 3 shift,” papar AKP Suparti.
Polrestabes
Surabaya menekankan, mereka tidak ingin ada kejadian apapun yang
mengusik ibadah umat Kristiani dalam memperingati wafatnya Isa Almasih.
Menurut AKP Suparti, ada 13 gereja di Surabaya yang mendapatkan
perhatian khusus dari pihak kepolisian, karena keamanannya yang relatif
rentan dibanding gereja-gereja lainnya.
Ke-13 gereja itu antara
lain Gereja Kristus Raja di Jalan Residen Sudirman, Gereja Santa Perawan
Maria di Jalan Kepanjen, Gereja Algon di Jalan Satelit Indah, Gereja
Sakramen Maha Kudus di Jalan Pegasangan Baru, Gereja Yakubus di
Lakarsantri, dan Gereja Hati Kudus di Jalan Polisi Istimewa.
“Jamaah
di gereja-gereja itu banyak, sehingga pengamanan harus ditingkatkan,”
terang AKP Suparti. Dalam menjaga menjaga gereja-gereja itu, personel
kepolisian juga dibantu oleh tim gegana dari Polda Jawa Timur.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung, sebelumnya juga telah
turun langsung guna meninjau keadaan.