Kota strategis Sirte, yang merupakan kota kelahiran pemimpin Libya,
telah menjadi area pertempuran besar di negara Afrika Utara, kata
seorang koresponden Press TV Rabu malam (30/3).
Ini adalah kota terbesar kedua sebelum Tripoli dan banyak orang
mengatakan jika Sirte jatuh, hal itu akan menjadi awal dari berakhirnya
rezim Gaddafi, laporan tersebut menambahkan.
Pasukan Revolusioner juga merayakan kemenangan mereka di kota
Ajdabiya, di mana mereka berada berhasil mengambil kendali kota itu
sekarang.
Ajdabiya, sebuah kota minyak utama hanya 160 kilometer (100 mil) dari
kubu oposisi Benghazi, telah menjadi tempat sasaran pemboman berat
beberapa hari terakhir.
Sementara itu, pasukan rezim telah meluncurkan serangan mematikan di kota barat Misratah.
Menurut laporan, loyalis Gaddafi telah merebut kembali kota-kota
strategis Ras Lanuf dan Ben Jawad dan saat ini sedang dalam perjalanan
mereka menuju Brega.
Di Tripoli, ledakan mengguncang sebuah daerah pinggiran timur ibukota
Libya pada saat pesawat tempur dari koalisi Barat menyerang kota-kota
Libya.
Libya mengatakan setidaknya 114 orang - banyak dari mereka merupakan
warga sipil - telah tewas sejak pasukan pimpinan Amerika melancarkan
serangan udara dan laut di negara Afrika Utara tersebut.
Pasukan Libya juga telah menewaskan ribuan warga sipil sejak revolusi
di mulai melawan Kolonel Gaddafi pada pertengahan Februari lalu