Sejak peristiwa pengeboman 9/11 dan 7/7, telah ada rasa takut dan
ketidaktahuan terhadap sebagian besar kelompok keagamaan yang cinta
damai tersebut.
Sedikit diketahui tentang kebudayaan mereka di sini sehingga
orang-orang terburu-buru dalam menilai. Dengan adanya pemberontakan di
Libya, Mesir dan bagian lain dari negara-negara Afrika Utara dan Timur
Tengah, telah ada kepentingan yang diperbarui di dalam kebudayaan
Muslim. Dokumenter TV3 melakukan beberapa perjalanan untuk menjelaskan
Islam dan Muslim di Irlandia.
Para wanita Muslim Irlandia semuanya merasa bahwa mereka diperlakukan
dengan baik dan mereka merasa bahagia menjadi Muslim. Seorang wanita
merasa seperti ratu di dalam rumah.
Karen, seorang muallaf, seorang wanita berasal dari Dublin. Ia mengenakan niqab.
"Saya menjadi sangat kuat dalam agama saya, itu saja. Anda harus
melakukan ini semua untuk diri Anda sendiri. Saya tidak akan melakuan
ini untuk suami saya," Karen mengatakan.
Ketika ditanya tentang reaksi publik Irlandia tentang dirinya dengan
mengenakan semua pakaian serba hitam tersebut, Karen mengatakan: "Sangat
sulit, terutama orang-orang yang lebih tua ketika mereka berkomentar.
Mereka belum terbiasa dengan Muslim, mereka akan menunjukkan ekspresi
mencemooh dan berkomentar di belakang Anda."
Irlandia memiliki populasi Muslim sekitar 50.000 jiwa dan Islam
adalah agama terbesar kedua di dunia dengan lebih dari satu milyar
penganut dibanding dengan Kristen dengan lebih dari dua milyar.
Populasi tersebut di sini tersusun atas orang-orang dari Libya, Irak,
Aljazair, Somali dan Nigeria, di antara yang lainnya. Korsponden
dokumenter TV3 tersebut melakukan perjalanan keliling Irlandia dan
berbicara kepada orang-orang Muslim dan Irlandia yang telah berpindah
agama memeluk Islam.
Merium Djazouli bermain sepak bola Gaelic untuk sebuah klab Irishtown, ia mengatakan.
"Saya dulu mencari sebuah tim sepak bola Gaelic karena saya sangat
ingin mengetahui kebudayaan Irlandia. Di dalam tim kami, saya
satu-satunya Muslim, saya telah benar-benar disambut oleh keseluruhan
klab."
Mengunjungi sekolah Muslim nasional di Clonskeagh Dublin di mana para
murid sholat lima kali sehari. Selama Ramadhan ada banyak anak-anak
brepuasa dan terkadang tidak makan atau minum sepanjang hari.
Sama halnya Masjid-masjid di negara dengan mayoritas Muslim, sebelum Masuk, para jamaah harus melepaskan sepatu ataupun sandal.
Para wanita duduk terpisah dari para pria untuk mencegah pengalihan
perhatian sehingga setiap orang dapat berkonsentrasi pada sholat.
Orang Katolik yang telah berpindah agama masuk Islam, sebagian besar
telah menikmati sebuah pengalaman positif, menunjukkan agama mereka dan
berintegrasi dengan komunitas lokal. Sekitar 99,9 persen ingin tinggal
dengan damai dan hanya sedikit bagian yang secara terbuka berbagi
pandangan garis keras.
Muslim Irlandia ingin menjauhkan diri mereka sendiri dari "Terry the
Taliban". Mereka merasa bahwa ia tidak mewakili pemahaman mereka tentang
Islam.