Beberapa pengikut tasawuf baru-baru ini menuduh kelompok Salafi
menyerang dan menghancurkan tempat pemujaan milik ulama sufi di berbagai
wilayah Mesir, termasuk Alexandria, Beheira dan Monufiya.
Selama aksi protes yang diselenggarakan oleh Dewan Agung untuk seruan
Sufi di halaman Masjid Hussein pada Selasa malam lalu, para pengikut
sufi meminta Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata untuk mencela
pembongkaran tempat yang mereka keramatkan. Mereka juga mengancam akan
mencegah kelompok Salafi dari memasuki tempat suci milik keluarga Nabi
Muhammad SAW.
Para pengikut sufi ini juga meminta semua murid Sufi untuk bersatu
dalam rangka menghentikan apa yang mereka gambarkan sebagai "premanisme
Salafi" di tempat keramat, serta seruan pembentukan komite sufi di semua
tempat keramat untuk melindungi tempat tersebut.
Selama protes, sejumlah poster mereka gelar dengan tulisan "Tidak
untuk penghancuran tempat-tempat keramat" dan "Kami meminta pemerintah
Mesir dan dewan militer untuk melindungi tempat-tempat suci dan
identitas Islam Mesir."
Sementara itu, sejumlah murid sufi berusaha untuk memimpin aksi
protes di luar lapangan. Namun, dihentikan oleh pemimpin sufi Rifai,
yang memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan lapangan untuk
mencegah terjadinya gangguan lalu lintas di Azhar Street.
Aksi protes mereka bergabung dengan sejumlah pemimpin komunitas Syiah
Mesir, dipimpin oleh pemimpin Syiah Mesir Muhammad al-Darini, juga oleh
kepala Sindikasi al-Ashraf. Al-Darini mengatakan dia datang untuk
bergabung dengan demo sufi dalam menentang serangan yang sedang
berlangsung dari kelompok Salafi Wahabisme, yang katanya menunjukkan
tidak menghormati keyakinan kelompok Islam atau agama lain