Dalam dialog Apa Kabar Indonesia, Senin (24/1), Ketua Fraksi Partai Demokrat, mengungkapkan bahwa konteks pernyataan presiden saat itu hanya ingin menjelaskan mengenai betapa perhatiannya pemerintah terhadap TNI dan Polri. "Presiden hanya memperkuat pernyataan bahwa gaji TNI & Polri telah dinaikkan, remunerasi telah diberikan, bukan bahwa presiden minta naik gaji," ungkapnya.
Sementara, pengamat politik Tjipta Lesmana menilai, pernyataan Presiden itu dikeluarkan di luar konteks resmi. Namun, pernyataan Presiden tersebut menjadi masalah karena masyarakat Indonesia saat ini memang menjadi sangat sensitit. "Karena masyarakat selalu sensitif, apapun yang dikatakan Presiden selalu salah. Ini menjadi masukan baik kepada presiden agar lebih hati-hati."