Presiden Iran selalu menyebut Holocaust sebagai "mitos" dan mengatakan Israel harus "dihapus dari peta." Negara ini juga menjadi tuan rumah konferensi yang mempertanyakan apakah Holocaust terjadi.
Saluran YouTube holocaust berbahasa Persia itu diluncurkan pada hari Ahad kemarin (23/1) bertepatan dengan peringatan tahunan PBB tentang Holocaust beberapa hari kedepan.
Ketua peringatan Yad Vashem mengatakan ia berharap kanal di Youtube ini akan memungkinkan pemirsa untuk terhubung dengan peristiwa Holocaust pada tingkat pribadi, terpisah dari politik kewilayahan.
Yad Vashem telah memiliki saluran YouTube dalam bahasa Inggris, Ibrani, Arab, Rusia dan Spanyol.