"Saya ralat, peristiwa meletusnya pada pukul 17.22 WIB, sesuai data yang ada di alat pantau kami," kata Achmad Subhan kepada VIVAnews, Jumat 26 November 2010.
Dia menjelaskan, letusan yang terjadi di Gunung Bromo itu diawali dengan embusan kuat dibarengi muntahan material dari dalam kawah. Lalu diikuti asap tebal berwarna kecoklatan.
"Tekanannya cukup kuat hingga mencapai ketinggian 600 sampai 700 meter," katanya.
Selain itu, gempa tremor juga terus menerus terjadi. Hingga berita ini diturunkan pada pukul 21.10, gempa masih berlangsung. Gempa tremor merupakan gempa yang ditimbulkan karena migrasi lava.
"Gempa disertai hembusan angin ke arah barat," kata Subhan yang terus melakukan pemantauan.
Terkait itu, Subhan mengatakan masyarakat sekitar untuk tetap tenang. Tidak panik dan jangan terpancing isu-isu miring yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.