China meminta diadakannya pertemuan antara negara-negara yang terlibat dalam six-party talks (pembicaraan enam negara). Permintaan tersebut disampaikan utusan tinggi China dalam hal penanganan nuklir Wu Dawei. Dia meminta negara-negara tersebut tidak terbawa emosi dalam menanggapi serangan Korut pada Selasa lalu. Tindakan agresif Korut itu telah menewaskan sedikitnya empat orang dari pihak Korsel.
Six-party talks sendiri adalah sebuah pembicaraan untuk meminta Korut menghentikan program nuklir mereka. Negara-negara yang terlibat yaitu Korut, Korsel, China, AS, Rusia dan Jepang.
Wu menambahkan komunitas internasional, khususnya negara-negara yang tergabung dalam six-party talks, harus merasa prihatin dengan perkembangan yang terjadi (di semenanjung Korea).
Seperti dilansir Straits Times, Senin (29/11/2010), Wu meminta para negosiator nuklir masing-masing negara segera dilakukan pertemuan darurat di China pada awal bulan depan.
Namun masih belum jelas apakah usulan tersebut akan disetujui atau tidak. Korsel misalnya, menunjukkan respon yang sangat hati-hati. Pihak Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan usulan China tersebut harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati.
Mereka juga memberi catatan atas sikap Korut baru-baru ini yang melakukan unjuk kekuatan terkait dengan fasilitas pengayaan uranium modern yang mereka miliki. Menurut Korsel, sikap Korut tersebut telah membawa dampak negatif bagi kelanjutan six-party talks. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan Korut tidak memiliki iktikad baik menghentikan program nuklir mereka.
Presiden Korsel Lee myung-bak juga mengatakan ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan kelanjutan six-party talks