Ozlan pun mendesak pemerintahan Erdogan untuk mengusut kasus ini. "Pihak pemerintahan harus segera menyelidiki dan menuntaskan kasus ini," kata Ozlan.
Dikatakan Ozlan, yang juga anggota parlemen Turki dari wilayah ibu kota Ankara, keistimewaan yang didapatkan Israel dari kemiliteran Turki tersebut bahkan tidak didapatkannya dari negara lain manapun, hanya dari Turki.
"Dari informasi yang kami dapatkan, di ruangan khusus tersebut terdapat sekitar 10 sampai 25 orang Israel, mereka bekerja di sana," tambah Ozcan.
Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan jika beberapa di antara jumlah itu adalah agen Mossad. "Dari sanalah Israel kemudian mendapatkan banyak informasi intelejen tentang Turki," sambungnya.