Seperti diberitakan sejumlah media massa, sejumlah astronom di Observatorium Bosscha, hari ini mulai mempersiapkan perangkat pengamatan. Menurut Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan, para astronom dunia sangat antusias ingin menyaksikan gerhana Venus.
"Kali ini gerhana memang spesial di wilayah Asia Tenggara," ujarnya. Bahkan, untuk kepentingan ilmu pengetahuan, Bosscha akan berbagi hasil pengamatan ke para astronom dan masyarakat luas. Video streaming gerhana itu bakal disebarluaskan melalui situs Bosscha.
Seusai Magrib, arahkan pandangan ke ufuk langit barat. Seiring dengan itu akan tampak bintang terang atau bintang kejora. Venus akan terlihat di atas bulan sabit. Selanjutnya, Venus perlahan-lahan lenyap. Planet kedua dari matahari itu baru akan muncul kembali sekitar pukul 19.30 WIB di langit. Kali itu, posisinya berada di sebelah kiri bawah.
Okultasi Venus adalah fenomena saat Planet Venus menghilang sesaat karena tertutup bulan. Peristiwa yang sama baru dapat disaksikan lagi dari wilayah Indonesia pada 2052.
Sebelumnya, tepatnya 8 Juni 2004, pergerakan Planet Venus melintasi matahari disaksikan dengan antusias oleh warga di sejumlah belahan dunia. Saat itu, Planet Venus tampak seperti sebutir jagung di atas piring. Hari itu, Venus melintasi matahari selama enam jam, dari sebelah kiri ke arah kanan [baca: Gerhana Venus
Menyita Perhatian Dunia]