Lemparan tombak Zamri Bachtiar menyulut api di kaldron, disusul
pesta kembang api, menjadi puncak rangkaian acara pembukaan Pekan
Olahraga Nasional (PON) XVIII di Stadion Utama Riau, Selasa (11/9)
malam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya yang singkat,
berpesan agar para atlet memajukan olahraga nasional.
Acara pembukaan bertajuk "Air dan Peradaban" diawali dengan
tarian kolosal yang melibatkan lebih dari 5.000 orang, disusul senam
Riau Bangkit, atraksi marching band, dan tari zapin dalam kilatan tata
cahaya dan kanvas elektrik yang megah.
Berikutnya, tarian gelombang Bono yang menggambarkan tradisi
air yang tumbuh di empat sungai utama di Riau yaitu Siak, Kampar,
Indragiri dan Rokan. Saat tarian kreasi koreografer Deddy Puja Indra itu
berlangsung, lapangan stadion seperti berubah menjadi gelombang sungai
yang saling berhempasan seperti gelombang Bono di di muara Sungai
Kampar.
Lalu, sekitar 500 siswa kemudian menyanyikan lagu "Lancang Kuning".
Fragmen tari-tarian dari sejumlah daerah juga ditampilkan,
seperti tari Bali yang mewakili kawasan timur. Penyanyi Judika kemudian
tampil membawakan lagu resmi PON XVIII berjudul "Selamat Datang Sang
Juara". Setelah itu, digelar defile kontingen dari 33 provinsi. Di
tribun kehormatan, Ibu Negara Ani Yudhoyono tampak mengabadikan acara
pembukaan dengan kameranya.
Dalam sambutannya, Presiden SBY menyebut PON harus menjadi
momentun untuk mempersatukan bangsa dan semua harus yakin bahwa prestasi
gemilang akan diukir oleh atlet-atlet yang datang dari berbagai daerah.
"Saat ini kompetisi olahraga semakin ketat dan keras, hanya
dengan keuletan dan kerja keras, prestasi olahraga nasional bisa
diwujudkan," ujarnya.
Kepala Negara menegaskan, PON harus menjadi puncak prestasi dan menjadi barometer untuk mengukur keberhasilan daerah dalam pembinaan olahraga, sehingga Indonesia yang maju tidak sebatas maju dibidang ekonomi dan kebudayaan tapi juga bidang olahraga.
Kepala Negara menegaskan, PON harus menjadi puncak prestasi dan menjadi barometer untuk mengukur keberhasilan daerah dalam pembinaan olahraga, sehingga Indonesia yang maju tidak sebatas maju dibidang ekonomi dan kebudayaan tapi juga bidang olahraga.
Presiden SBY yang mengenakan busana Melayu warna ungu kemudian
secara resmi membuka PON XVIII dengan menekan sirine, didampingi Menteri
Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Gubernur Riau Rusli Zainal.
Tibalah acara yang ditunggu-tunggu yakni penyulutan api utama
PON di kaldron. Obor api utama PON dibawa sejumlah atlet legendaris Riau
dan sosok pria berkuda penggambaran dari pahlawan Riau, Tuanku
Tambusai.
Terakhir, Zarmi Bachtiar, mantan atlet binaraga, dinaikkan
setinggi sekitar 20 meter mendekati kaldron. Lalu dengan tenang ia
melemparkan lembing ke kaldron, yang disambut riuh tepuk tangan
penonton. Seiring dengan itu, pesta kembang api yang menghiasi langit
di atas stadion.
Sebelum Presiden SBY dan rombongan meninggalkan stadion,
penyanyi Rossa mendendangkan lagu "Together We Can Rise" yang tidak lain
adalah ciptaan presiden. Setelah itu, penyanyi bertubuh mungil itu
menyanyikan lagunya yang sangat populer "Ayat Ayat Cinta".
Selain Judika dan Rossa, juga tampil menyemarakkan acara pembukaan band Ungu dan penyanyi dangdut Iis Dahlia.