Tidak diragukan lagi pertempuran paling sengit selama beberapa pekan
terakhir meletus di propinsi Alepo. Mujahidin Islam dari beberapa
kelompok jihad dan brigade Liwa' Tauhid yang menyatukan seluruh kesatuan
Tentara Kebebasan Suriah di propinsi Alepo menghadapi serangan paling
brutal dari pihak militer rezim Suriah.
Pasukan darat militer rezim Suriah mendapatkan perlawanan sengit
mujahidin dan brigade Liwa' Tauhid sepanjang perjalanan dari Damaskus
menuju Alepo. Banyak tank dan kendaraan militer rezim Suriah hancur oleh
ranjau darat atau tembakan RPG mujahidin. Meski demikian, jumlah dan
jenis persenjataan mujahidin yang sangat terbatas memerlukan solusi.
Brigade Liwa' Tauhid mulai merencanakan secara matang sumber senjata
dan amunisi bagi mujahidin. Pilihan tepat adalah gudang senjata milik
militer rezim Suriah di propinsi Alepo. Memanfaatkan suasana gencarnya
pertempuran di beberapa desa dan kota dalam propinsi Alepo, satu tim
khusus brigade Liwa' Tauhid melakukan serangan hebat ke sebuah gudang
persenjataan strategis di Alepo pada Jum'at (10/8/2012).
Serangan yang terencana dengan matang itu sukses. Mujahidin Liwa'
Tauhid berhasil menguasai salah satu gudang senjata strategis di Alepo.
Dari gudang tersebut, mujahidin meraih tak kurang dari 5000 senapan
serbu dan senapan mesin ringan serta beberapa kotak mesiu dan amunisi.
Pernyataan resmi dan video kesuksesan operasi tersebut telah dirilis
oleh brigade Liwa' Tauhid di youtube dan situs resmi brigade.
Senjata dan amunisi dalam jumlah besar tersebut sangat penting untuk
pertempuran berikutnya. Setelah mujahidin dari berbagai kelompok jihad
dan brigade Liwa' Tauhid menguasai lebih dari 70 persen wilayah Alepo,
militer rezim Suriah mengandalkan bombardir massif dengan pesawat
militer dan helikopter militer. Pertempuran babak berikutnya masih akan
berlangsung sengit.