Tiga Ilmuwan Raih Bersama Nobel Kimia

Written By Juhernaidi on Jumat, 08 Oktober 2010 | 4:02:00 PM


Stockholm: Dua ilmuwan Jepang dan satu peneliti Amerika Serikat berbagi penghargaan Nobel bidang Kimia tahun ini. Mereka diberikan penghargaan bergengsi tersebut karena dianggap berhasil mengembangkan metode kimia yang memberikan kesempatan bagi para ilmuwan menguji coba obat kanker dan membuat layar komputer lebih tipis.

Dalam pengumuman di Stockholm, Swedia, Rabu (6/10), Komite Penghargaan Nobel mengatakan Akira Suzuki dari Universitas Hokkaido, Profesor Ei-ichi Negishi dari Universitas Purdue, dan Richard F. Heck dari Universitas Delaware, telah berhasil mewujudkan prestasi terbesar dalam bidang ilmu pengetahuan.

Alat kimia yang mereka kembangkan adalah kopling lintas disebut paladium-katalis dalam sintesis organik. Penelitian reaksi kopling lintas yang melibatkan dua bahan organik dimulai pada akhir 1960-an. Para ilmuwan telah berhasil mencapai kopling stabil melibatkan senyawa boron organik, yang telah dikatakan tidak layak untuk seperti kopling, dengan menggunakan katalis. Alat yang dikembangkan oleh tiga ilmuwan tersebut telah digunakan dalam penelitian di seluruh dunia, serta dalam produksi komersial farmasi dan barang-barang industri, seperti kristal cair atau LCD pada layar televisi.

Suzuki yang berusia 80 tahun berasal dari Hokkaido, Jepang. Ia belajar sintesis organik di Purdue University selama dua tahun dari 1963, di bawah asuhan Doktor Herbert C. Brown. Sedangkan Negishi yang berusia 75 tahun memperoleh gelar dokter di kimia organik di Universitas Pennsylvania, AS. Saat ini ia menjadi profesor khusus di Universitas Purdue. Heck, berusia 78 tahun, telah melakukan penelitian penting selama kariernya yang panjang di Universitas Delaware.

Simulasi Jangka Sorong