PM Israel Benjamin Netanyahu.
Ramallah: Sepertinya kata damai akan sangat sulit dicapai bagi dua negara yang sedang berkonflik, Israel dan Palestina. Israel dianggap semakin menghambat proses perdamaian tersebut. Baru-baru ini, seorang pejabat Palestina memberikan tanggapan terkait permintaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar Palestina mengakui negara Yahudi sebagai penyelesaian konflik.Dalam sebuah wawancara dengan sebuah radio, Yasser Abed Rabbo dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan pemerintah Israel membuat proses perdamaian di Timur Tengah semakin alot. "Israel sengaja memberikan banyak hambatan dalam proses tersebut." Menurut dia, tuntutan Israel tersebut sangat meragukan di mata hukum. Dikhawatirkan, tuntutan dari pemerintah Tel Aviv bertujuan merusak proses perdamaian.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan Palestina harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Terutama, bila ingin pemerintahah Israel membekukan pembangunan di wilayah Palestina. Adapun pada Ahad silam, sebuah surat kabar Israel mempublikasikan sebuah dokumen rahasia yang ditetapkan Kementerian Luar Negeri Israel. Disebutkan, Amerika Serikat bertanggung jawab atas kegagalan negosiasi langsung dengan Palestina
Bangsa Yahudi dengan Bangsa Muslim,sampai hari Kiamat nanti tidak akan pernah damai. Wahai muslim sejati mari kita perangi terus dari segala segi, ayo maju Al-qaidah