Mancanegara Sejumlah ilmuwan AS diduga sengaja menyebarkan penyakit kelamin sifilis di Guatemala puluhan silam. Demikian diungkapkan Presiden Guatemala Alvaro Colom di Guatemala City, Guatemala, Sabtu (2/10).Colom mengecam tindakan biadab pemerintah AS. Meski riset tersebut dilakukan mulai 1946 hingga 1948 silam, katanya, namun efek sampingnya masih dirasakan ribuan warga negeri bekas jajahan Spanyol itu.
"AS terbukti melanggar HAM, lebih dari 1.600 orang tertular penyakit seksual menular", kata Colom.
Sebelumnya, Profesor Susan Reverby dari Wellesley College mengaku, ia melakukan uji coba obat penilisin terhadap ratusan warga Guetamala. Tujuannya, untuk menumpas penyakit kelamin yang biasa menjangkiti pelacur dan lelaki hidung belang itu